PENGUATAN KAPASITAS BIDAN DALAM PELAYANAN SKRINING KANKER SERVIKS DENGAN METODE INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) Angkatan 1
-
00Hari
- :
-
00Jam
- :
-
00Menit
- :
-
00Detik
FREE EVENT
PENGUATAN KAPASITAS BIDAN DALAM PELAYANAN SKRINING KANKER SERVIKS DENGAN METODE INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) Angkatan 1
Deskripsi Pelatihan
Kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan perempuan yang memerlukan upaya pencegahan dan deteksi dini secara sistematis, terintegrasi, dan berkesinambungan. Deteksi dini berperan penting dalam menemukan perubahan atau lesi prakanker sebelum berkembang menjadi kanker invasif sehingga memungkinkan dilakukan evaluasi dan tindak lanjut lebih awal. Salah satu metode skrining yang dapat diterapkan di fasilitas pelayanan kesehatan adalah Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA), yaitu metode skrining yang relatif sederhana, memberikan hasil secara langsung, dan dapat diintegrasikan dalam pelayanan kesehatan reproduksi perempuan. KAK sebelumnya juga telah menempatkan kemampuan menentukan sasaran, melakukan konseling, melaksanakan prosedur, menginterpretasikan hasil, serta menentukan tindak lanjut dan rujukan sebagai unsur penting mutu pelayanan IVA.
Pelayanan skrining kanker serviks merupakan rangkaian pelayanan yang membutuhkan keterlibatan berbagai profesi sesuai kompetensi dan kewenangannya. Bidan memiliki peran penting dalam edukasi, konseling, identifikasi sasaran, pelayanan skrining sesuai kewenangan, pemantauan, dan tindak lanjut. Dokter umum berperan dalam penilaian klinis, skrining, identifikasi kondisi yang membutuhkan evaluasi lanjutan, serta koordinasi rujukan. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi berperan dalam penguatan aspek klinis, evaluasi temuan abnormal, tata laksana lanjutan, serta penguatan jejaring rujukan. Kolaborasi tersebut diperlukan agar pelayanan skrining berlangsung aman, tepat, berkesinambungan, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Selain pemahaman mengenai kebijakan, faktor risiko, perjalanan penyakit, serta berbagai metode skrining, tenaga medis dan tenaga kesehatan juga perlu memiliki pemahaman praktis mengenai persiapan pemeriksaan IVA, teknik pemeriksaan, interpretasi hasil, komunikasi hasil kepada pasien, penentuan tindak lanjut, penjaminan mutu, dan sistem rujukan. Oleh karena itu, proses pembelajaran perlu mengintegrasikan pembelajaran teoritis dengan demonstrasi, simulasi, latihan berbasis kasus, latihan interpretasi visual, role play konseling, dan praktik terbimbing, sehingga setiap tujuan pembelajaran memiliki metode yang sesuai dengan tingkat kompetensi yang ingin dicapai.
Workshop ini dirancang sebagai pembelajaran interprofesional bagi bidan, dokter umum, dan dokter spesialis obstetri dan ginekologi dengan melibatkan empat fasilitator yang memiliki kompetensi saling melengkapi pada bidang kebijakan dan program kesehatan, obstetri dan ginekologi, pendidikan serta praktik kebidanan, komunikasi dan konseling, manajemen pelayanan, serta penjaminan mutu fasilitas pelayanan kesehatan. Seluruh fasilitator dilibatkan tidak hanya dalam penyampaian materi, tetapi juga dalam kegiatan demonstrasi, simulasi, pembahasan kasus, praktik interpretasi, konseling, dan latihan tindak lanjut sesuai bidang kompetensinya.
Dengan jumlah peserta yang besar, pembelajaran praktik diarahkan pada demonstrasi terstruktur, simulasi kelompok, latihan interpretasi berbasis gambar dan skenario klinis, role play, serta praktik terbimbing menggunakan checklist keterampilan. Pendekatan ini memungkinkan peserta memperoleh pengalaman belajar praktis dan umpan balik dari fasilitator tanpa menetapkan pencapaian kompetensi tindakan klinis mandiri sebagai hasil akhir workshop. Kompetensi yang ditargetkan adalah kemampuan peserta untuk memahami, mendemonstrasikan, menginterpretasikan, mengambil keputusan, dan menerapkan prinsip pelayanan IVA sesuai kewenangan profesi masing-masing.
Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan kapasitas peserta dalam mendukung pelayanan skrining kanker serviks dengan metode IVA yang benar, aman, terstandar, bermutu, berorientasi pada keselamatan pasien, serta terintegrasi dengan komunikasi, konseling, tindak lanjut, sistem rujukan, dan penjaminan mutu pelayanan.
Tujuan & Sasaran
Setelah mengikuti workshop, peserta diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terapan dalam pelayanan skrining kanker serviks dengan metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) secara benar, aman, terstandar, dan sesuai kompetensi serta kewenangan profesi, melalui pembelajaran teori, demonstrasi, simulasi, latihan interpretasi, role play, studi kasus, dan praktik terbimbing yang mencakup penentuan sasaran skrining, persiapan pemeriksaan, teknik IVA, interpretasi hasil, komunikasi dan konseling, tindak lanjut, rujukan, penjaminan mutu, serta kolaborasi interprofesional.
Kompetensi yang Didapatkan
- Menjelaskan kebijakan dan strategi pencegahan serta pengendalian kanker serviks di Indonesia, termasuk peran fasilitas pelayanan kesehatan dan profesi kesehatan dalam peningkatan cakupan skrining.
- Menjelaskan faktor risiko, hubungan infeksi HPV dengan kanker serviks, perjalanan penyakit dari lesi prakanker hingga kanker invasif, serta prinsip pencegahan kanker serviks.
- Menganalisis prinsip, indikasi, kelebihan, keterbatasan, dan pemilihan metode skrining kanker serviks menggunakan IVA, Pap Smear, dan HPV DNA melalui pembahasan kasus.
- Mengidentifikasi sasaran pemeriksaan IVA, kondisi yang memerlukan penundaan pemeriksaan, serta kondisi yang membutuhkan evaluasi atau rujukan lebih lanjut melalui latihan skenario klinis.
- Mendemonstrasikan persiapan pemeriksaan IVA melalui simulasi yang meliputi persiapan pasien, alat dan bahan, lingkungan pemeriksaan, keselamatan pasien, privasi, serta pencegahan dan pengendalian infeksi.
- Mendemonstrasikan tahapan dasar pemeriksaan IVA melalui praktik terbimbing dan simulasi sesuai standar prosedur serta kompetensi dan kewenangan masing-masing profesi.
- Menginterpretasikan hasil pemeriksaan IVA melalui latihan gambar, contoh kasus, dan skenario klinis dengan membedakan hasil IVA negatif, IVA positif, serta temuan yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.
- Melakukan simulasi komunikasi, konseling, dan edukasi pasien sebelum dan setelah pemeriksaan IVA dengan menerapkan komunikasi efektif, empati, privasi, etika, dan informed consent.
- Menentukan tindak lanjut hasil pemeriksaan IVA melalui latihan kasus, termasuk edukasi, pemantauan, evaluasi lanjutan, dan rujukan sesuai temuan serta sistem pelayanan yang tersedia.
- Melakukan simulasi penyampaian hasil IVA dan konseling tindak lanjut secara jelas, empatik, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
- Menerapkan prinsip penjaminan mutu (quality assurance) dalam pelayanan skrining IVA melalui latihan identifikasi masalah mutu yang mencakup standar prosedur, keselamatan pasien, pencegahan infeksi, dokumentasi, pelaporan, evaluasi, serta tindak lanjut perbaikan pelayanan.
- Menganalisis peran dan kewenangan masing-masing profesi dalam pelayanan skrining kanker serviks serta menerapkan prinsip kolaborasi antara bidan, dokter umum, dan dokter spesialis obstetri dan ginekologi melalui simulasi kasus dan sistem rujukan.
- Mengintegrasikan hasil skrining, komunikasi, dokumentasi, tindak lanjut, dan rujukan dalam penyelesaian skenario pelayanan IVA secara terstruktur dan berkesinambungan.
- Menunjukkan peningkatan hasil pembelajaran melalui pre-test, post-test, latihan kasus, serta penilaian keterampilan terapan menggunakan checklist pada sesi demonstrasi, simulasi, dan praktik terbimbing.
Judul Materi & Silabus
Pre Test
Oleh: NarasumberKebijakan dan Strategi Pencegahan Kanker Serviks di Indonesia
Oleh: LINDA HUTASOITMengenal Kanker Serviks: Faktor Risiko, Perjalanan Penyakit, dan Pencegahannya
Oleh: Dr. Indra Tarigan, Sp. OGPendekatan Skrining Kanker Serviks: IVA, Pap Smear, dan HPV DNA
Oleh: Dr. Indra Tarigan, Sp. OGKomunikasi, Konseling, dan Edukasi Perempuan dalam Skrining Kanker Serviks
Oleh: Nova Sontry Node SiregarPersiapan Pemeriksaan IVA: Sasaran, Alat, Bahan, Keselamatan Pasien, dan Pencegahan Infeksi
Oleh: Dr. Indra Tarigan, Sp. OGTeknik Pemeriksaan IVA yang Benar, Aman, dan Berkualitas
Oleh: Dr. Indra Tarigan, Sp. OGPraktik/Simulasi Komunikasi, Konseling, Informed Consent, dan Persiapan Pasien Pemeriksaan IVA
Oleh: ELPARIDA AMBARITAInterpretasi Hasil Pemeriksaan IVA dan Penentuan Tindak Lanjut
Oleh: Dr. Indra Tarigan, Sp. OGDemonstrasi Terintegrasi Pemeriksaan IVA
Oleh: ELPARIDA AMBARITAPraktik/Hands-on Persiapan dan Teknik Pemeriksaan IVA
Oleh: ELPARIDA AMBARITAPraktik Interpretasi Hasil IVA: IVA Negatif, IVA Positif, dan Temuan Mencurigakan
Oleh: ELPARIDA AMBARITAQuality Assurance dan Peran Strategis Bidan dalam Pelayanan Skrining IVA di Fasilitas Kesehatan
Oleh: ELPARIDA AMBARITAPraktik Konseling Hasil IVA, Penentuan Tindak Lanjut, Quality Assurance, dan Simulasi Rujukan
Oleh: ELPARIDA AMBARITASimulasi Terintegrasi Pelayanan Skrining IVA: Dari Skrining, Pemeriksaan, Interpretasi, Konseling, hingga Rujukan
Oleh: ELPARIDA AMBARITAFinal Quiz PENGUATAN KAPASITAS BIDAN DALAM PELAYANAN SKRINING KANKER SERVIKS DENGAN METODE INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) Angkatan 1
Oleh: NarasumberLINDA HUTASOIT
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapDr. Indra Tarigan, Sp. OG
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapNova Sontry Node Siregar
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapELPARIDA AMBARITA
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapSasaran Peserta
Hasil Evaluasi & Ulasan
Data nyata dari peserta yang telah mengikuti pelatihan ini melalui sistem LMS Kemenkes.
Belum Ada Hasil Evaluasi
Data ulasan dan rating akan muncul secara otomatis setelah event selesai dan peserta mengisi feedback di portal LMS.