Kanker Hati

Kanker Hati
Ringkasan Info

Pengertian

Kanker hati pada anak termasuk sangat jarang, hanya sekitar 1–2% dari seluruh kasus kanker anak. Kanker hati terjadi ketika sel-sel di organ hati tumbuh tidak normal dan membentuk tumor. Tumor ini bisa mengganggu fungsi hati, seperti:

  • membersihkan racun dari darah,
  • membuat empedu untuk membantu pencernaan, dan
  • menyimpan energi untuk tubuh.

 

Penyebab

Pada kebanyakan anak, penyebab kanker hati tidak diketahui.

Namun, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko, terutama pada hepatoblastoma, misalnya:

  • Lahir prematur dengan berat badan sangat rendah
  • Hemi-hyperplasia (sebagian sisi tubuh lebih besar)
  • Fetal alcohol syndrome
  • Beckwith–Wiedemann syndrome
  • Familial adenomatous polyposis (FAP)
  • Li-Fraumeni syndrome
  • Trisomi 18

Dalam informasi dari Belanda, disebutkan bahwa kanker hati dapat terjadi karena kesalahan perkembangan pada sel awal (progenitor) di hati, tetapi bukan karena keturunan atau infeksi. Namun, khusus pada jenis Hepatocellular Carcinoma (HCC), kondisi ini dapat berhubungan dengan infeksi hepatitis B.

 

Gejala

Pada banyak anak, kanker hati tidak menunjukkan gejala di awal. Tumor biasanya ditemukan setelah ukurannya membesar.

Gejala yang bisa muncul antara lain:

  • Benjolan atau pembesaran perut
  • Nyeri perut, nyeri bahu, atau nyeri punggung
  • Nafsu makan menurun
  • Berat badan turun
  • Kulit gatal
  • Mata dan kulit menguning (jaundice)
  • Kulit dan bibir pucat (tanda anemia)
  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Pada beberapa kasus: pubertas dini, karena tumor menghasilkan hormon tertentu

Jika perut terlihat membuncit tanpa alasan yang jelas, orang tua sebaiknya segera memeriksakan anak.

 

Diagnosis

Untuk memastikan apakah tumor di hati bersifat kanker, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan:

  1. Pemeriksaan fisik & riwayat kesehatan

Meliputi keluhan anak, riwayat penyakit, dan riwayat keluarga.

  1. Pemeriksaan darah

Termasuk:

    1. Darah lengkap (CBC)
    2. Fungsi hati
    3. Pemeriksaan infeksi hati (misalnya hepatitis)
    4. Alpha-fetoprotein (AFP):
      • Biasanya sangat tinggi pada hepatoblastoma
      • Bisa tinggi pada sebagian kasus HCC
      • Biasanya normal pada FLC dan UES
  1. Pemeriksaan pencitraan (USG, CT scan, MRI)

Untuk melihat ukuran, lokasi tumor, dan apakah sudah menyebar ke organ lain seperti paru.

  1. Biopsi

Mengambil sedikit jaringan tumor untuk dilihat di bawah mikroskop. Pada bayi dengan AFP sangat tinggi dan gambaran khas, biopsi bisa tidak diperlukan.

 

Pengobatan

  1. Operasi 

Operasi adalah pengobatan utama kanker hati.Tujuannya adalah mengangkat tumor sebanyak mungkin. Kesempatan sembuh sangat meningkat jika tumor bisa diangkat seluruhnya.

  1. Kemoterapi
    Kemoterapi biasanya diberikan untuk:Mengecilkan tumor sebelum operasi

    • Membunuh sisa sel kanker setelah operasi

    • Mengontrol tumor yang tidak bisa langsung dioperasi

Pada hepatoblastoma, obat kemoterapi utama adalah cisplatin. Kadang diberikan kombinasi beberapa obat agar lebih efektif.

  1. Transplantasi Hati

Dipertimbangkan jika:

    • Tumor terlalu besar atau tidak bisa diangkat

    • Tumor tumbuh kembali setelah pengobatan

    • Tidak ada opsi operasi lain

Transplantasi dilakukan di pusat transplantasi hati khusus.

Peluang kesembuhan dipengaruhi oleh jenis tumor, ukuran, dan penyebaran kanker, serta respons terhadap terapi. Kadar AFP (alpha-fetoprotein) saat diagnosis juga berperan. Bila kadar AFP tidak meningkat sejak awal diagnosis, kondisi ini dapat berhubungan dengan prognosis yang lebih buruk. 

Ringkasan Info

Pengertian

Kanker hati pada anak termasuk sangat jarang, hanya sekitar 1–2% dari seluruh kasus kanker anak. Kanker hati terjadi ketika sel-sel di organ hati tumbuh tidak normal dan membentuk tumor. Tumor ini bisa mengganggu fungsi hati, seperti:

  • membersihkan racun dari darah,
  • membuat empedu untuk membantu pencernaan, dan
  • menyimpan energi untuk tubuh.

 

Penyebab

Pada kebanyakan anak, penyebab kanker hati tidak diketahui.

Namun, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko, terutama pada hepatoblastoma, misalnya:

  • Lahir prematur dengan berat badan sangat rendah
  • Hemi-hyperplasia (sebagian sisi tubuh lebih besar)
  • Fetal alcohol syndrome
  • Beckwith–Wiedemann syndrome
  • Familial adenomatous polyposis (FAP)
  • Li-Fraumeni syndrome
  • Trisomi 18

Dalam informasi dari Belanda, disebutkan bahwa kanker hati dapat terjadi karena kesalahan perkembangan pada sel awal (progenitor) di hati, tetapi bukan karena keturunan atau infeksi. Namun, khusus pada jenis Hepatocellular Carcinoma (HCC), kondisi ini dapat berhubungan dengan infeksi hepatitis B.

 

Gejala

Pada banyak anak, kanker hati tidak menunjukkan gejala di awal. Tumor biasanya ditemukan setelah ukurannya membesar.

Gejala yang bisa muncul antara lain:

  • Benjolan atau pembesaran perut
  • Nyeri perut, nyeri bahu, atau nyeri punggung
  • Nafsu makan menurun
  • Berat badan turun
  • Kulit gatal
  • Mata dan kulit menguning (jaundice)
  • Kulit dan bibir pucat (tanda anemia)
  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Pada beberapa kasus: pubertas dini, karena tumor menghasilkan hormon tertentu

Jika perut terlihat membuncit tanpa alasan yang jelas, orang tua sebaiknya segera memeriksakan anak.

 

Diagnosis

Untuk memastikan apakah tumor di hati bersifat kanker, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan:

  1. Pemeriksaan fisik & riwayat kesehatan

Meliputi keluhan anak, riwayat penyakit, dan riwayat keluarga.

  1. Pemeriksaan darah

Termasuk:

    1. Darah lengkap (CBC)
    2. Fungsi hati
    3. Pemeriksaan infeksi hati (misalnya hepatitis)
    4. Alpha-fetoprotein (AFP):
      • Biasanya sangat tinggi pada hepatoblastoma
      • Bisa tinggi pada sebagian kasus HCC
      • Biasanya normal pada FLC dan UES
  1. Pemeriksaan pencitraan (USG, CT scan, MRI)

Untuk melihat ukuran, lokasi tumor, dan apakah sudah menyebar ke organ lain seperti paru.

  1. Biopsi

Mengambil sedikit jaringan tumor untuk dilihat di bawah mikroskop. Pada bayi dengan AFP sangat tinggi dan gambaran khas, biopsi bisa tidak diperlukan.

 

Pengobatan

  1. Operasi 

Operasi adalah pengobatan utama kanker hati.Tujuannya adalah mengangkat tumor sebanyak mungkin. Kesempatan sembuh sangat meningkat jika tumor bisa diangkat seluruhnya.

  1. Kemoterapi
    Kemoterapi biasanya diberikan untuk:Mengecilkan tumor sebelum operasi

    • Membunuh sisa sel kanker setelah operasi

    • Mengontrol tumor yang tidak bisa langsung dioperasi

Pada hepatoblastoma, obat kemoterapi utama adalah cisplatin. Kadang diberikan kombinasi beberapa obat agar lebih efektif.

  1. Transplantasi Hati

Dipertimbangkan jika:

    • Tumor terlalu besar atau tidak bisa diangkat

    • Tumor tumbuh kembali setelah pengobatan

    • Tidak ada opsi operasi lain

Transplantasi dilakukan di pusat transplantasi hati khusus.

Peluang kesembuhan dipengaruhi oleh jenis tumor, ukuran, dan penyebaran kanker, serta respons terhadap terapi. Kadar AFP (alpha-fetoprotein) saat diagnosis juga berperan. Bila kadar AFP tidak meningkat sejak awal diagnosis, kondisi ini dapat berhubungan dengan prognosis yang lebih buruk. 

Sub Topik

Card image

Remaja

Lihat Lebih Lanjut Card image

Lansia

Lihat Lebih Lanjut Card image

Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma)

Lihat Lebih Lanjut Card image

Kanker Otak

Lihat Lebih Lanjut Card image

Kanker Darah (Leukemia)

Lihat Lebih Lanjut Card image

Kanker Payudara

Lihat Lebih Lanjut Card image

Lihat Lebih Lanjut Card image

Kanker

Lihat Lebih Lanjut Card image

Neoplasma Ganas Lainnya

Lihat Lebih Lanjut Card image

Retinoblastoma

Lihat Lebih Lanjut Card image

Osteosarkoma

Lihat Lebih Lanjut Card image

Neuroblastoma

Lihat Lebih Lanjut Card image

LIHAT SUB TOPIK LAINNYA

Mohon Maaf Artikel pada Kategori Ini Belum Tersedia Saat Ini. Periksa Kembali Secara Berkala
Sumber Artikel Kementerian Kesehatan RI (Ayo Sehat)
BACA SUMBER ASLI
SEMUA ARTIKEL
PERAWATAN LUKA NEURO VASCULAR Angkatan 1
BERBAYAR Classical
PERAWATAN LUKA NEURO VASCULAR Angkatan 1
28 Juli 2026 – 31 Juli 2026 Aula Balai Besar Guru dan... 50 Slot
Daftar Sekarang