SAVING LIMBS, SAVING LIVES: EVIDENCE-BASED WOUND CARE TO PREVENT LOWER LIMB AMPUTATION Angkatan 1
-
00Hari
- :
-
00Jam
- :
-
00Menit
- :
-
00Detik
FREE EVENT
SAVING LIMBS, SAVING LIVES: EVIDENCE-BASED WOUND CARE TO PREVENT LOWER LIMB AMPUTATION Angkatan 1
Deskripsi Pelatihan
Luka kronis pada ekstremitas bawah, terutama ulkus kaki diabetik, merupakan masalah kesehatan serius yang dapat menurunkan kualitas hidup, membatasi mobilitas, meningkatkan lama perawatan, serta menambah beban biaya bagi pasien, keluarga, dan fasilitas pelayanan kesehatan. Apabila tidak dikenali dan ditangani sejak dini, luka dapat berkembang menjadi infeksi berat, kerusakan jaringan, gangren, sepsis, hingga amputasi ekstremitas bawah.
Diabetes melitus merupakan salah satu faktor utama terjadinya luka kaki kronis. Neuropati diabetik menyebabkan berkurangnya sensasi pada kaki sehingga cedera kecil sering tidak disadari. Kondisi tersebut dapat diperberat oleh gangguan aliran darah, tekanan berulang pada kaki, kontrol glikemik yang buruk, dan infeksi. Organisasi Kesehatan Dunia menyebutkan bahwa diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi berat, termasuk amputasi ekstremitas bawah. Namun, komplikasi tersebut dapat dicegah atau diperlambat melalui pengendalian penyakit, pemeriksaan berkala, deteksi dini, dan penatalaksanaan yang tepat.
Pencegahan amputasi tidak cukup dilakukan hanya dengan mengganti balutan luka. Penatalaksanaan luka yang berbasis bukti mencakup pengkajian pasien dan luka secara menyeluruh, identifikasi neuropati dan gangguan perfusi, pengendalian infeksi, pengurangan tekanan pada area luka (offloading), pemilihan balutan yang tepat, optimalisasi terapi obat dan kontrol glikemik, pengelolaan nyeri, edukasi pasien, pemantauan perkembangan luka, serta rujukan tepat waktu. Pedoman International Working Group on the Diabetic Foot menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan dan penatalaksanaan kaki diabetik membutuhkan pelayanan terintegrasi oleh tim multidisiplin yang memiliki tujuan dan pemahaman klinis yang sama.
Setiap tenaga kesehatan mempunyai peran yang saling melengkapi. Dokter umum berperan dalam penilaian klinis, diagnosis, penatalaksanaan kondisi penyerta, dan keputusan rujukan. Perawat berperan dalam pengkajian luka, perawatan luka, pemantauan perkembangan, dan edukasi pasien. Bidan atau tenaga kebidanan berperan dalam deteksi faktor risiko, edukasi, pemantauan, dan rujukan pada perempuan dengan diabetes, termasuk diabetes sebelum kehamilan maupun diabetes gestasional. Apoteker berperan dalam optimalisasi terapi diabetes, penggunaan antibiotik yang rasional, pengelolaan nyeri, identifikasi interaksi obat, pemilihan produk perawatan luka, serta peningkatan kepatuhan pengobatan. Tenaga vokasi farmasi mendukung pengelolaan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai secara aman sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
Kesamaan pemahaman antartenaga kesehatan sangat diperlukan agar tanda bahaya dapat dikenali lebih cepat, intervensi awal dapat diberikan secara tepat, dan pasien tidak terlambat dirujuk. Oleh karena itu, webinar “Saving Limbs, Saving Lives: Evidence-Based Wound Care to Prevent Lower Limb Amputation” diselenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan, kewaspadaan klinis, dan kolaborasi lintas profesi dalam pencegahan amputasi ekstremitas bawah melalui perawatan luka yang komprehensif, rasional, aman, dan berbasis bukti.
Tujuan & Sasaran
Meningkatkan pengetahuan, kewaspadaan klinis, dan kemampuan kolaboratif tenaga kesehatan dalam melakukan pencegahan, deteksi dini, penatalaksanaan awal, pemantauan, edukasi, dan rujukan kasus luka ekstremitas bawah berdasarkan bukti ilmiah serta sesuai dengan kompetensi dan kewenangan masing-masing profesi.
Kompetensi yang Didapatkan
- Menjelaskan penyebab, faktor risiko, dan proses terjadinya luka kronis ekstremitas bawah, terutama ulkus kaki diabetik.
- Menjelaskan hubungan antara neuropati, gangguan perfusi, tekanan berulang, infeksi, dan kontrol glikemik terhadap risiko amputasi ekstremitas bawah.
- Mengidentifikasi pasien yang berisiko mengalami luka kaki dan amputasi melalui anamnesis, pemeriksaan sederhana, serta riwayat penyakit dan pengobatan.
- Mengenali tanda awal luka, infeksi, gangguan aliran darah, gangren, dan tanda bahaya lain yang membutuhkan penanganan atau rujukan segera.
- Memahami prinsip pengkajian luka secara sistematis, meliputi lokasi, ukuran, kedalaman, kondisi dasar dan tepi luka, eksudat, jaringan nekrotik, tanda infeksi, kondisi kulit sekitar, nyeri, perfusi, dan faktor sistemik pasien.
- Menjelaskan prinsip perawatan luka berbasis bukti, termasuk pembersihan luka, pengelolaan jaringan nekrotik, keseimbangan kelembapan, pemilihan balutan, pengendalian infeksi, dan pengurangan tekanan pada luka sesuai kompetensi profesi.
- Membedakan kolonisasi mikroorganisme dengan infeksi klinis serta memahami prinsip penggunaan antibiotik secara rasional dan praktik antimicrobial stewardship.
- Menjelaskan pentingnya pengendalian glukosa darah, tekanan darah, status vaskular, nutrisi, nyeri, penyakit penyerta, kepatuhan pengobatan, dan gaya hidup dalam mendukung penyembuhan luka.
- Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai pemeriksaan kaki mandiri, kebersihan kaki, penggunaan alas kaki yang tepat, kepatuhan terapi, tanda bahaya, dan pencegahan kekambuhan luka.
- Memahami peran dokter umum, perawat, bidan, apoteker, dan tenaga vokasi farmasi dalam rangkaian pelayanan pasien dengan luka ekstremitas bawah.
- Meningkatkan komunikasi, dokumentasi, koordinasi, dan kolaborasi antarprofesi dalam pengelolaan luka dan pencegahan amputasi.
- Menentukan kondisi yang masih dapat ditangani di pelayanan kesehatan tingkat pertama dan kondisi yang membutuhkan rujukan kepada tim perawatan luka, spesialis, atau fasilitas pelayanan kesehatan lanjutan.
Judul Materi & Silabus
Pre Test
Oleh: NarasumberAdvancing Nursing Practice in Limb Salvage: Evidence-Based Wound Care
Oleh: Asrizal, S.KepNursing for Limb Salvage: Menyelamatkan Ekstremitas, Meningkatkan Kualitas Hidup
Oleh: JEFRI BANJARNAHOROptimalisasi Penggunaan Antimikroba pada Perawatan Luka Kronis untuk Mencegah Amputasi Ekstremitas Bawah
Oleh: MUHAMMAD YUNUSPerawatan Luka Berbasis Bukti: Meningkatkan Peran Perawat dalam Pencegahan Amputasi Ekstremitas Bawah
Oleh: Asrizal, S.KepSaving Limbs, Saving Lives: Transformasi Praktik Keperawatan Berbasis Bukti dalam Perawatan Luka Kronis
Oleh: JEFRI BANJARNAHORKolaborasi Apoteker dalam Tim Limb Salvage: Optimizing Medication Therapy for Better Wound Healing
Oleh: MUHAMMAD YUNUSFinal Quiz SAVING LIMBS, SAVING LIVES: EVIDENCE-BASED WOUND CARE TO PREVENT LOWER LIMB AMPUTATION Angkatan 1
Oleh: NarasumberAsrizal, S.Kep
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapJEFRI BANJARNAHOR
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapMUHAMMAD YUNUS
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapSasaran Peserta
Hasil Evaluasi & Ulasan
Data nyata dari peserta yang telah mengikuti pelatihan ini melalui sistem LMS Kemenkes.
Belum Ada Hasil Evaluasi
Data ulasan dan rating akan muncul secara otomatis setelah event selesai dan peserta mengisi feedback di portal LMS.