World Sight Day 2026 Angkatan 1
FREE EVENT
World Sight Day 2026 Angkatan 1
Deskripsi Pelatihan
Gangguan penglihatan masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat global dengan dampak yang luas terhadap kualitas hidup, pendidikan, produktivitas, dan kemandirian. Menurut World Health Organization (WHO), sedikitnya 2,2 miliar orang di dunia mengalami gangguan penglihatan jarak dekat atau jauh, dan pada sedikitnya 1 miliar kasus, gangguan penglihatan tersebut sebenarnya dapat dicegah atau belum mendapatkan penanganan yang diperlukan. Beban gangguan penglihatan juga terus meningkat seiring pertumbuhan dan penuaan populasi dunia. Data International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB) Vision Atlas menunjukkan bahwa sekitar 1,1 miliar orang saat ini hidup dengan sight loss, dan jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 1,7 miliar orang pada tahun 2050. Penyebab gangguan penglihatan sangat beragam, meliputi kelainan refraksi yang tidak terkoreksi, katarak, glaukoma, degenerasi makula terkait usia, retinopati diabetika, serta berbagai penyakit mata lainnya. WHO juga menekankan bahwa sebagian besar beban gangguan penglihatan yang belum tertangani berada di negara berpendapatan rendah dan menengah, sehingga peningkatan akses terhadap pelayanan kesehatan mata yang berkualitas merupakan bagian penting dalam upaya global mempertahankan penglihatan.
Indonesia juga menghadapi beban kebutaan dan gangguan penglihatan yang besar. Berdasarkan analisis nasional Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) yang mencakup 15 provinsi dan dipublikasikan oleh Rif'ati dkk., prevalensi kebutaan pada penduduk usia ≥50 tahun diperkirakan sekitar 3,0%, dengan estimasi sekitar 1,65 juta orang mengalami kebutaan dan sekitar 6,36 juta mengalami gangguan penglihatan sedang hingga berat pada kelompok usia tersebut. Katarak yang belum ditangani merupakan penyebab utama kebutaan yang dapat dihindari di berbagai provinsi yang disurvei. Temuan ini menunjukkan bahwa tantangan kesehatan mata di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan tingginya jumlah kasus, tetapi juga dengan kebutuhan terhadap deteksi dini, akses terhadap pelayanan mata, serta tata laksana berbagai penyakit mata secara komprehensif. Sejalan dengan data dan agenda global IAPB mengenai pencegahan kehilangan penglihatan, penguatan pelayanan kesehatan mata di Indonesia perlu mencakup berbagai kelompok penyakit dan usia, mulai dari penyakit retina, glaukoma dan katarak hingga gangguan neuro-oftalmologi, strabismus, pediatrik oftalmologi, okuloplasti dan onkologi, serta penyakit infeksi dan imunologi mata.
Penyakit dan kelainan mata memiliki spektrum yang luas, mulai dari kelainan pada segmen anterior hingga posterior mata, gangguan saraf optik dan jalur visual, kelainan motilitas mata, penyakit pada anak, hingga kondisi yang membutuhkan tindakan rekonstruktif maupun penanganan onkologis. Kompleksitas tersebut membutuhkan pendekatan multidisiplin serta pemahaman yang terus diperbarui seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi diagnostik, dan teknik pembedahan oftalmologi. Berbagai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa upaya menjaga penglihatan tidak hanya berfokus pada satu penyakit atau satu kelompok usia, tetapi membutuhkan pendekatan kesehatan mata yang komprehensif, berkesinambungan, berbasis bukti, serta berorientasi pada deteksi dan intervensi dini World Sight Day merupakan momentum internasional yang diperingati setiap tahun pada hari Kamis kedua bulan Oktober untuk meningkatkan kesadaran global mengenai pentingnya kesehatan mata dan penglihatan. Peringatan ini menjadi bagian dari upaya global untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan mata, melakukan pemeriksaan mata secara berkala, serta memastikan bahwa pelayanan kesehatan mata yang berkualitas dapat diakses secara luas. Setiap tahun, dunia memperingati Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day) sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mata. Pada tahun 2026 ini, IAPB mengusung tema #LoveYourEyes (Sayangi Mata Anda), yang menempatkan kekuatan masyarakat, pengalaman hidup, dan aksi komunitas sebagai inti dari gerakan kesehatan mata secara global.
Mengusung semangat #LoveYourEyes, kegiatan ini hadir sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan penglihatan, sekaligus mendorong aksi kolektif menuju layanan mata yang inklusif dan merata bagi semua.
Demi meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kesehatan mata dan nilai penglihatan, diperlukan suatu forum ilmiah yang dapat mempertemukan tenaga kesehatan untuk memperbarui pengetahuan mengenai berbagai perkembangan terkini dalam bidang oftalmologi maka diselenggarakan World Sight Day 2026 Online Symposium yang sejalan dengan semangat World Sight Day, yang menghadirkan Dokter Spesialis Mata dari berbagai bidang keilmuan oftalmologi di tingkat nasional. Symposium ini akan membahas perkembangan terkini dalam bidang Vitreo-Retina, Neuro-Oftalmologi, Glaukoma, Katarak, Strabismus, Rekonstruksi Okuloplasti dan Onkologi, Pediatrik Oftalmologi, serta Infeksi dan Imunologi Mata. Diharapkan peserta memperoleh pembaruan pengetahuan mengenai berbagai penyakit mata, pendekatan diagnostik, prinsip tata laksana, serta perkembangan teknologi dan inovasi dalam pelayanan oftalmologi. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan komitmen bersama dalam mempertahankan penglihatan serta mendukung pelayanan kesehatan mata yang berkualitas.
Tujuan & Sasaran
Sesuai dengan latar belakang diatas, maka tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah umtuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tenaga kesehatan mengenai perkembangan terkini dalam bidang oftalmologi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan mata dan mempertahankan fungsi penglihatan sejalan dengan semangat World Sight Day.
Kompetensi yang Didapatkan
- Meningkatkan pengetahuan peserta mengenai berbagai penyakit dan kelainan mata yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan.
- Meningkatkan pemahaman mengenai faktor risiko, deteksi dini, diagnosis, dan prinsip penatalaksanaan berbagai penyakit mata.
- Memperbarui pengetahuan peserta mengenai perkembangan terkini dalam bidang Vitreo-Retina, Neuro-Oftalmologi, Glaukoma, Katarak, Strabismus, Rekonstruksi Okuloplasti dan Onkologi, Pediatrik Oftalmologi, serta Infeksi dan Imunologi Mata.
- Memperkenalkan perkembangan teknologi diagnostik, terapi, dan teknik pembedahan dalam bidang oftalmologi.
- Mendorong penerapan pendekatan berbasis bukti dalam praktik pelayanan kesehatan mata.
- Meningkatkan kesadaran tenaga kesehatan mengenai pentingnya deteksi dan intervensi dini dalam mencegah kehilangan penglihatan.
- Mendukung semangat World Sight Day dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mata dan pentingnya mempertahankan penglihatan sepanjang kehidupan
Judul Materi & Silabus
Recognizing SightThreatening Diabetic Retinopathy: From Early Detection to Timely Intervention
Oleh: DR VANDA VIRGAYANTIPre Test WSD
Oleh: NarasumberVision as a Window to the Brain: Recognizing NeuroOphthalmic Red Flags
Oleh: DR.SYNTIA NUSANTIPreserving Sight in Glaucoma: Beyond Intraocular Pressure Management
Oleh: MASITHA DEWI SARIRestoring Sight Through Cataract Surgery: Patient Selection, IOL Choice, and Outcomes
Oleh: GEDE PARDIANTOStrabismus Unmasked: From Simple Squint to Strabismus Disease
Oleh: DR. ARYANI ATIYATUL AMRAReconstruction After Ocular Trauma: Restoring Function and Appearance
Oleh: RODIAH RAHMAWATY LUBIS,DRThe Critical Window of Childhood Vision: What Should We Not Miss?
Oleh: FITHRIA ALDYWhen Infection Threatens Sight: Recognizing and Managing Ocular Infections
Oleh: MARINA YUSNITA ALBARFinal Quiz World Sight Day 2026 Angkatan 1
Oleh: NarasumberDR VANDA VIRGAYANTI
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapDR.SYNTIA NUSANTI
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapMASITHA DEWI SARI
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapGEDE PARDIANTO
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapDR. ARYANI ATIYATUL AMRA
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapRODIAH RAHMAWATY LUBIS,DR
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapFITHRIA ALDY
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapMARINA YUSNITA ALBAR
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapSasaran Peserta
Hasil Evaluasi & Ulasan
Data nyata dari peserta yang telah mengikuti pelatihan ini melalui sistem LMS Kemenkes.
Belum Ada Hasil Evaluasi
Data ulasan dan rating akan muncul secara otomatis setelah event selesai dan peserta mengisi feedback di portal LMS.