Limfoma Maligna

Limfoma Maligna
Ringkasan Info

Limfoma maligna adalah jenis kanker yang berasal dari jaringan limfoid, yaitu bagian dari sistem kekebalan tubuh—dan berbentuk tumor padat. Kanker ini menyerang sistem limfatik, yaitu jaringan dan organ yang membantu melawan infeksi dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Sistem limfatik terdiri dari kelenjar getah bening, limpa, timus, tonsil, adenoid, dan pembuluh limfe yang menyebar di seluruh tubuh.

Berdasarkan pemeriksaan jaringan (histopatologi), limfoma diklasifikasikan menjadi dua jenis utama: Limfoma Hodgkin dan Limfoma Non-Hodgkin.

  • Limfoma Hodgkin

Limfoma Hodgkin adalah jenis kanker sistem limfatik yang dapat disembuhkan dengan baik. Sering terjadi pada remaja. Dengan pengobatan yang tepat, seperti kemoterapi dan radiasi, tingkat keberhasilan penyembuhan bisa mencapai sekitar 93%. Meski demikian, kanker ini tergolong cepat tumbuh dan progresif, sehingga penanganan dini sangat penting.

  • Limfoma Non-Hodgkin

Limfoma Non-Hodgkin adalah kanker yang berasal dari sel limfosit, yaitu sel darah putih yang membantu melawan infeksi. Jenis ini terdiri dari lebih dari 15 tipe yang dikelompokkan ke dalam tiga subtipe besar:

    • Lymphoblastic Lymphoma (LBL)
    • Small Non-Cleaved Cell Lymphoma (termasuk Burkitt’s dan Non-Burkitt’s)
    • Large Cell Lymphoma (Histiositik)

Seperti Limfoma Hodgkin, Limfoma Non-Hodgkin juga tumbuh dengan cepat dan progresif, sehingga deteksi dan pengobatan sejak dini menjadi sangat penting.

 

Penyebab

Hingga saat ini, penelitian menunjukkan bahwa limfoma bukanlah penyakit yang diturunkan secara genetik dari orang tua ke anak. Limfoma terjadi karena adanya perubahan pada sel-sel tubuh yang kemudian tumbuh tidak terkendali, atau dapat juga dipicu oleh infeksi virus tertentu.

Pada anak-anak, angka kejadian tertinggi limfoma terjadi pada usia 7–10 tahun, dan lebih sering ditemukan pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan, dengan rasio sekitar 2,5:1. Meskipun penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui, beberapa faktor risiko yang diduga berperan antara lain adalah infeksi virus Epstein-Barr (EBV) dan kondisi imunodefisiensi, seperti pada anak-anak dengan infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus)

Gejala

Tidak semua anak dengan limfoma menunjukkan gejala sejak awal. Beberapa mungkin hanya mengalami tanda-tanda ringan yang sering dikira infeksi biasa, sementara yang lain mengalami gejala yang berat dan progresif. Salah satu gejala yang paling umum adalah pembesaran kelenjar getah bening, yang biasanya terjadi di leher,  di atas tulang selangka, ketiak, dan lipatan paha. Pembesaran ini umumnya tidak terasa nyeri. Ukuran pembesaran kelenjar getah bening di area leher dengan ukuran lebih dari 2 cm, jumlah banyak, tanpa rasa nyeri, patut kita waspadai sebagai suatu keganasan.

Jika tumor berada di dada, anak dapat mengalami sesak napas, terutama saat berbaring, serta batuk dan napas berbunyi (mengi). Bila tumor menekan pembuluh darah besar seperti vena cava superior, bisa terjadi sindrom vena cava superior, dengan gejala seperti pembengkakan pada wajah dan leher.

Tumor yang berada di perut dapat menyebabkan:

  • Perut membengkak
  • Nyeri perut
  • Muntah
  • Tinja berdarah
  • Obstruksi saluran cerna

Gejala umum lainnya yang sering ditemukan pada anak dengan limfoma meliputi:

  • Penurunan berat badan
  • Demam tanpa sebab yang jelas
  • Keringat malam berlebih
  • Kelelahan dan lemas
  • Nafsu makan menurun

Sumber Artikel Kementerian Kesehatan RI (Ayo Sehat)
BACA SUMBER ASLI
SEMUA ARTIKEL