Rhabdomyosarcoma

Rhabdomyosarcoma
Ringkasan Info

Pengertian

Rhabdomyosarcoma merupakan jenis kanker langka pada anak yang berasal dari jaringan lunak, terutama otot atau jaringan mirip otot yang terdapat pada organ berongga seperti kandung kemih atau rahim. Kanker ini menyumbang sekitar 3% dari seluruh kasus kanker anak. Rhabdomyosarcoma biasanya menyerang anak dengan usia kurang dari enam tahun, dan lebih sering ditemukan pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan.

Rhabdomyosarcoma dapat muncul di berbagai bagian tubuh, namun lokasi yang paling sering terkena meliputi:

  • Area kepala dan leher
  • Sistem kemih, seperti kandung kemih
  • Sistem reproduksi, seperti vagina, rahim, atau testis
  • Lengan dan kaki

Karena dapat menyerang berbagai lokasi tubuh, gejala yang muncul sangat tergantung pada lokasi tumbuhnya tumor.

Penyebab

Hingga saat ini, penyebab pasti dari rhabdomyosarcoma belum diketahui. Namun, para peneliti meyakini bahwa kanker ini terjadi akibat perubahan genetik spontan pada sel-sel tubuh, terutama sel-sel yang sedang berkembang menjadi otot. Sebagian besar anak yang didiagnosis dengan rhabdomyosarcoma tidak memiliki riwayat keluarga dengan kanker.

Gejala

Tanda dan gejala rhabdomyosarcoma bergantung pada lokasi kanker di dalam tubuh. Berikut ini adalah gejala umum berdasarkan letak tumor:

Lokasi Kanker

Tanda dan Gejala

Kepala dan Leher

  • Sakit kepala
  • Mata menonjol atau bengkak
  • Mimisan atau perdarahan dari hidung, tenggorokan, atau telinga

Sistem Kemih

  • Sulit buang air kecil
  • Adanya darah dalam urine (hematuria)

Sistem Reproduksi

  • Benjolan di vagina atau rektum
  • Perdarahan dari vagina

Lengan dan Kaki

  • Pembengkakan atau benjolan di lengan atau kaki
  • Nyeri pada bagian yang terkena

Jika gejala-gejala ini muncul dan menetap, penting untuk segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan untuk evaluasi lebih lanjut.

 

Diagnosis

Beberapa tes yang umum dilakukan untuk mendiagnosis rhabdomyosarcoma pada anak meliputi:

  • Biopsi
    Jika memungkinkan, dilakukan pengambilan sampel jaringan dari area yang dicurigai sebagai kanker. Sampel ini kemudian diperiksa di laboratorium patologi anatomi untuk memastikan diagnosis.

  • Hitung darah lengkap dan kimia darah
    Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi umum anak dan memastikan apakah anak siap menjalani pengobatan seperti kemoterapi.

  • Pemeriksaan urine
    Urine anak dengan rhabdomyosarcoma mungkin mengandung darah (hematuria). Pemeriksaan ini juga membantu menilai fungsi ginjal.

  • Pemeriksaan pencitraan (imaging)
    Meliputi foto rontgen, USG, CT-scan, atau MRI. Tes ini digunakan untuk melihat ukuran tumor dan sejauh mana penyebarannya ke organ tubuh lain.

  • Pemeriksaan sumsum tulang
    Sumsum tulang adalah jaringan spons di dalam tulang yang berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah sel rhabdomyosarcoma telah menyebar ke sumsum tulang.

  • Pemeriksaan cairan serebrospinal (lumbar puncture)
    Cairan diambil dari ruang di sekitar tulang belakang (cairan serebrospinal). Pemeriksaan ini membantu mendeteksi apakah terdapat sel rhabdomyosarcoma yang telah menyerang sistem saraf pusat.

Pengobatan

Pengobatan untuk rhabdomyosarcoma melibatkan kombinasi kemoterapi, operasi, dan radioterapi, tergantung pada lokasi kanker, jenis histologi, dan sejauh mana penyebarannya.

  1. Kemoterapi
    Kemoterapi merupakan pengobatan utama dan hampir selalu diberikan. Obat-obatan kemoterapi bekerja dengan membunuh sel kanker atau menghentikan pertumbuhannya. Obat ini diberikan melalui infus (IV) dalam beberapa siklus.
  1. Operasi
    Tindakan pembedahan dilakukan untuk mengangkat tumor, jika memungkinkan. Operasi biasanya dilakukan setelah beberapa siklus kemoterapi awal, untuk mengecilkan ukuran tumor.
    Pada beberapa kasus dengan stadium rendah atau tumor yang terlokalisasi, operasi dapat menjadi cukup efektif. Namun, tidak semua tumor dapat diangkat sepenuhnya melalui operasi.
  1. Radioterapi
    Radioterapi menggunakan sinar berenergi tinggi (seperti sinar-X) untuk menghancurkan sel kanker. Ini digunakan jika:
    • Tumor tidak dapat diangkat seluruhnya melalui operasi.
    • Terdapat sisa sel kanker yang berisiko kambuh.

Radioterapi biasanya diberikan setelah operasi atau sebagai pengganti operasi jika tindakan bedah tidak memungkinkan.

Ringkasan Info

Pengertian

Rhabdomyosarcoma merupakan jenis kanker langka pada anak yang berasal dari jaringan lunak, terutama otot atau jaringan mirip otot yang terdapat pada organ berongga seperti kandung kemih atau rahim. Kanker ini menyumbang sekitar 3% dari seluruh kasus kanker anak. Rhabdomyosarcoma biasanya menyerang anak dengan usia kurang dari enam tahun, dan lebih sering ditemukan pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan.

Rhabdomyosarcoma dapat muncul di berbagai bagian tubuh, namun lokasi yang paling sering terkena meliputi:

  • Area kepala dan leher
  • Sistem kemih, seperti kandung kemih
  • Sistem reproduksi, seperti vagina, rahim, atau testis
  • Lengan dan kaki

Karena dapat menyerang berbagai lokasi tubuh, gejala yang muncul sangat tergantung pada lokasi tumbuhnya tumor.

Penyebab

Hingga saat ini, penyebab pasti dari rhabdomyosarcoma belum diketahui. Namun, para peneliti meyakini bahwa kanker ini terjadi akibat perubahan genetik spontan pada sel-sel tubuh, terutama sel-sel yang sedang berkembang menjadi otot. Sebagian besar anak yang didiagnosis dengan rhabdomyosarcoma tidak memiliki riwayat keluarga dengan kanker.

Gejala

Tanda dan gejala rhabdomyosarcoma bergantung pada lokasi kanker di dalam tubuh. Berikut ini adalah gejala umum berdasarkan letak tumor:

Lokasi Kanker

Tanda dan Gejala

Kepala dan Leher

  • Sakit kepala
  • Mata menonjol atau bengkak
  • Mimisan atau perdarahan dari hidung, tenggorokan, atau telinga

Sistem Kemih

  • Sulit buang air kecil
  • Adanya darah dalam urine (hematuria)

Sistem Reproduksi

  • Benjolan di vagina atau rektum
  • Perdarahan dari vagina

Lengan dan Kaki

  • Pembengkakan atau benjolan di lengan atau kaki
  • Nyeri pada bagian yang terkena

Jika gejala-gejala ini muncul dan menetap, penting untuk segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan untuk evaluasi lebih lanjut.

 

Diagnosis

Beberapa tes yang umum dilakukan untuk mendiagnosis rhabdomyosarcoma pada anak meliputi:

  • Biopsi
    Jika memungkinkan, dilakukan pengambilan sampel jaringan dari area yang dicurigai sebagai kanker. Sampel ini kemudian diperiksa di laboratorium patologi anatomi untuk memastikan diagnosis.

  • Hitung darah lengkap dan kimia darah
    Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi umum anak dan memastikan apakah anak siap menjalani pengobatan seperti kemoterapi.

  • Pemeriksaan urine
    Urine anak dengan rhabdomyosarcoma mungkin mengandung darah (hematuria). Pemeriksaan ini juga membantu menilai fungsi ginjal.

  • Pemeriksaan pencitraan (imaging)
    Meliputi foto rontgen, USG, CT-scan, atau MRI. Tes ini digunakan untuk melihat ukuran tumor dan sejauh mana penyebarannya ke organ tubuh lain.

  • Pemeriksaan sumsum tulang
    Sumsum tulang adalah jaringan spons di dalam tulang yang berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah sel rhabdomyosarcoma telah menyebar ke sumsum tulang.

  • Pemeriksaan cairan serebrospinal (lumbar puncture)
    Cairan diambil dari ruang di sekitar tulang belakang (cairan serebrospinal). Pemeriksaan ini membantu mendeteksi apakah terdapat sel rhabdomyosarcoma yang telah menyerang sistem saraf pusat.

Pengobatan

Pengobatan untuk rhabdomyosarcoma melibatkan kombinasi kemoterapi, operasi, dan radioterapi, tergantung pada lokasi kanker, jenis histologi, dan sejauh mana penyebarannya.

  1. Kemoterapi
    Kemoterapi merupakan pengobatan utama dan hampir selalu diberikan. Obat-obatan kemoterapi bekerja dengan membunuh sel kanker atau menghentikan pertumbuhannya. Obat ini diberikan melalui infus (IV) dalam beberapa siklus.
  1. Operasi
    Tindakan pembedahan dilakukan untuk mengangkat tumor, jika memungkinkan. Operasi biasanya dilakukan setelah beberapa siklus kemoterapi awal, untuk mengecilkan ukuran tumor.
    Pada beberapa kasus dengan stadium rendah atau tumor yang terlokalisasi, operasi dapat menjadi cukup efektif. Namun, tidak semua tumor dapat diangkat sepenuhnya melalui operasi.
  1. Radioterapi
    Radioterapi menggunakan sinar berenergi tinggi (seperti sinar-X) untuk menghancurkan sel kanker. Ini digunakan jika:
    • Tumor tidak dapat diangkat seluruhnya melalui operasi.
    • Terdapat sisa sel kanker yang berisiko kambuh.

Radioterapi biasanya diberikan setelah operasi atau sebagai pengganti operasi jika tindakan bedah tidak memungkinkan.

Sub Topik

Remaja

Lihat Lebih Lanjut Card image

Lansia

Lihat Lebih Lanjut Card image

Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma)

Lihat Lebih Lanjut Card image

Kanker Otak

Lihat Lebih Lanjut Card image

Kanker Darah (Leukemia)

Lihat Lebih Lanjut Card image

Kanker Payudara

Lihat Lebih Lanjut Card image

Lihat Lebih Lanjut Card image

Kanker

Lihat Lebih Lanjut Card image

Neoplasma Ganas Lainnya

Lihat Lebih Lanjut Card image

Retinoblastoma

Lihat Lebih Lanjut Card image

Osteosarkoma

Lihat Lebih Lanjut Card image

Neuroblastoma

Lihat Lebih Lanjut Card image

LIHAT SUB TOPIK LAINNYA

Mohon Maaf Artikel pada Kategori Ini Belum Tersedia Saat Ini. Periksa Kembali Secara Berkala
Sumber Artikel Kementerian Kesehatan RI (Ayo Sehat)
BACA SUMBER ASLI
SEMUA ARTIKEL
PERAWATAN KULIT DASAR (BASIC SKIN CARE) - PERTEMUAN ILMIAH NOMMENSEN MEDIKA NASIONAL (PINMAS) IV TAHUN 2026 Angkatan 1
BERBAYAR Classical
PERAWATAN KULIT DASAR (BASIC SKIN CARE) - PERTEMUAN ILMIAH NOMMENSEN MEDIKA NASIONAL (PINMAS) IV TAHUN 2026 Angkatan 1
07 Oktober 2026 – 07 Oktober 2026 Fakultas Kedokteran Unive... 50 Slot
Daftar Sekarang